BOGOR JAWA BARAT CAKRAWALA.CO,- Setelah menanti sekian lama lebih kurang dari satu setengah tahun, akhirnya sekolah tatap muka di Kabupaten Bogor. Sekolah tatap muka secara resmi dimulai Senin pekan depan dengan beberapa persyaratan yang wajib di ikuti.

Namun di SMK Taruna  Terpadu  1 Borces One yang mempunyai siswa dengan jumlah lebih kurang lima ribu, pembelajaran tatap muka diuji coba hari ini (26/8/2021) dengan menerapkan  protokol kesehatan  yang cukup ketat. Pesertanya hanya diikuti oleh 20 persen dari jumlah siswa yang ada, itupun harus mendapat izin orang tua dan siswa yang mengikuti wajib membawa surat izin dari orang tua serta telah  mendapatkan vaksinasi minimal vaksinasi lengkap.

“Kami memulai sekolah tatap muka hari ini dengan menerapkan prokes yang ketat, dimana setiap siswa yang akan masuk wajib menyertakan sertifikat vaksin dan di setiap kelas hanya boleh diisi oleh 20 orang siswa saja, kemudian mendapat izin dari orang tua itu sudah jelas, serta satu meja hanya satu peserta didik atau siswa saja,” kata Rohmat Trizky Zoelbachry, kepala sekolah  SMK Taruna Terpadu 1 Borces one kepada Cakrawala.co saat ditemuia di ruang kerjanya kamis (26/8/2021).

Para siswa pun menyambut dengan gembira sekolah tatap muka ini, mereka mentaati semua aturan yang diterapkan dengan memakai masker dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan selama di sekolah. Sejumlah siswa yang ditemui mengaku sudah diizinkan orang tuanya ikut sekolah tatap muka dan mengaku sudah di vaksin.

“Saya sudah menjalani vaksinasi pertama  kali pak, dan ini sertifikatnya, ujar Rachma Septie Kamila siswi kelas 12  SMK yang diwawancara  saat akan masuk sekolah. “Terus terang aja sebenarnya ribet ya, tapi demi bisa ikut sekolah dan menjaga protokol kesehatan  serta mentaati  aturan jadi ya mau ga mau kita ikutin aja,” tambah   Rachma Septie Kamila yang terlihat kegirangan karena bisa kembali sekolah dan bertemu teman-temannya lagi.

Rencanaya Bupati Bogor Ade Yasin akan mengeluarkan peraturan mulai Senin pekan depan terkait sekolah tatap muka ini setelah pemerintah pusat mengumumkan wilayah aglomerasi dimana  Jabodetabek termasuk Kabupaten Bogor turun level dari PPKM level IV ke level III Yang membolehkan mall dan sekolah serta tempat ibadah dan lokasi wisata diperbolehkan membali buka dengan ketentuan pengunjung hanya diperbolehkan berjumlah prosentasi tertentu sesuai aturan dengan menerapkan prokes. ( ABIZAR / CAKRAWALA.CO )